Minggu, 22 November 2015

PBTIK

PENGAJARAN BERBASIS TIK





Abstrak
Pemafaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan adalah hal yang sangat mendesak dilakukan untuk menjawab tantangan kehidupan dunia yang serba teknologi. Untuk itu semua sekolah maupun perguruan tinggi yang ingin alumninya diterima dalam pasaran dunia kerja seharusnya mulai menggagas pembelajaran berbasis teknologi. Dari hasil analisis terhadap berbagai berbagai literatur menunjukan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi terdapat lima konsep utama softwere yang dijadikan alat dalam proses pembelajaran yaitu pertama teks file yang berupa doc, pdf, dan ppt. Kedua Gambar bagi mata pelajaran / atau mata kuliah yang mendukung aplikasi gambar, ketiga animasi keempat suara bisa dalam bentuk mp3, sound dan lain-lain dan kelima film yang bisa digunakan manakala dosen/guru berhalangan datang ketempat mengajar sehingga bisa merekam film sebagai pengganti dosen/ guru.
Kata Kunci : pembelajaran, teknologi, informasi, aplikasi, pendidikan.

Pendahuluan
Pembelajaran berbasis teknologi infromasi dan komunikasi adalah pola pembelajaran yang memanfaatkan teknologi sebagai pusat pembelajaran. Teknologi digunakan sebesar-besarnya dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Upaya Pembelajaran berbasis teknologi infromasi dan komunikasi dari tahun ketahun telah mengalami perubahan yang cukup massif. Sejak 60 tahun terakhir telah mengalami lompatan sejarah yang cukup jauh. Sehingga Giddens mengatakan bahwa dunia sedang lari tunggang langgang.
Revolusi teknologi masa kini, khususnya komputer dan internet telah mengubah cara pandang dan berpikir secara praktis dan efisien pada masyarakat kita khususnya dan dunia pada umumnya. Kita semua dihadapkan pada ambang gerbang transisi yang berbasis teknologi, dimana kecepatan penyampaian dan menangkap suatu informasi menjadi sangat penting dalam rangka memajukan pendidikan. Pada era masyarakat yang dinamis atau menjelang era masyarakat dinamis yang kita harapkan dapat terwujud di tahun–tahun mendatang, perlu kiranya kita melakukan langkah persiapan secara optimal. Mengapa persiapan tersebut tidak dimulai dari sekarang juga? Ilmu pengetahuan saja tidak lagi cukup, sebab kita sudah berada di sekitar teknologi mobile, serba nir–kabel, semua menuntut multimedialitas. Siap atau tidak pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi/Technology Information & Comunication (TIK/ICT) harus dimulai sejak sekarang.
Selama  beberapa dekade  terakhir, pemerintah  di  kawasan  Asia  Pasifik  telah  mempromosikan penggunaan  teknologi  informasi  dan  komunikasi  (ICT)  dalam  pendidikan.  Sifat  ICT  ini  melampaui pengambilan  penggunaan  sistem  informasi  dan  komunikasi  untuk  meningkatkan  administrasi pendidikan, skala besar adopsi teknologi digital yang berdampak pada struktur kurikuler dan pedagogis, namun  ada tantangan secara ekonomi,  sosial, dan  politik untuk  pengembangan  ICT ini. Disatu  sisi, harus ada bagi pemerintah memberikan  pendidikan  kepada seluruh  anggota masyarakat bahkan dalam  menghadapi sumber  daya  keuangan, fisik, dan  manusia sebagai langkah prasyarat  bagi pembangunan  ekonomi  dan sosial. Pada  saat  yang  sama, globalisasi  dan pergeseran ekonomi  berbasis pengetahuan  mengharuskan  lembaga  pendidikan  berkembang  pada  indikator  perorangan yaitu kemampuan untuk mengubah informasi menjadi pengetahuan dan menerapkan pengetahuan itu secara dinamis dalam konteks lintas-budaya.
Pemanafaatan internet untuk pendidikan ini tidak hanya untuk pendidikan jarak jauh, akan tetapi juga dikembangkan dalam sistem pendidikan konvensional. Kini sudah banyak lembaga pendidikan terutama perguruan  tinggi yang sudah mulai merintis dan mengembangkan model pembelajaran berbasis internet dalam mendukung sistem pendidikan konvensional. Namun suatu inovasi selalu saja menimbulkan pro dan kontra. Yang pro dengan berbagai dalih meyakinkan akan manfaat kecanggihan teknologi ini seperti;, memudahkan komunikasi, sumber informasi dunia, memudahkan kerjasama, hiburan, berbelanja, dan kemudahan aktivitas lainnya. Sebaliknya yang kontra menunjukan sisi negatifnya, antara lain: biaya relatif besar dan mudahnya pengaruh budaya asing. Internet sebagai media baru ini juga belum begitu familier dengan masyarakat, termasuk personil lembaga pendidikan. Oleh karena itu sangat perlu terus dilakukan kajian, penelitian, dan pengembangan model e-learning. Tulisan ini akan mencoba menjelaskan e-learning dan kemungkinan pengembangan modelnya dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Komputer memungkinkan para siswa untuk belajr sesuai dengan keceptan belajar mereka masing-masing. Komputer dapat diprogram menjadi lebih fleksibel dan pandai karena dukungan informasi yang lengkap. Bahasa komputer yang mempermudah programer untuk mengembanhkan aplikasi bidang pendidikan juga sudah mulai banyak bermunculan, seperti misalnya LOGO dan Smaltalk-80. Komputer sudah dianggap sebagai alat yang sangat membantu pendidikan (Rosenberg dalam Sinopsis Dosertasi Hadi Sutopo, Hal. 4)
Untuk itulah, penyusunan paper ini untuk membahas masalah pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komputer dalam dunia pendidikan. Oleh karena pembahasan pembelajaran berbasis teknologi ini sangat luas maka dibatasi dalam penulisan paper ini seputar penerapannya pada sekolah yang baru menenal teknologi dan internet.

Landasan teori
A.     Tinjauan Tentang Pembelajaran
Belajar adalah proses perubahan perilaku secara aktif, proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu, proses yang diarahkan pada suatu tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman, proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu yang dipelajari.
Sedangkan mengajar sendiri memiliki pengertian Upaya guru untuk “membangkitkan” yang berarti menyebabkan atau mendorong seseorang (siswa) belajar. (Rochman Nata Wijaya,1992)
Hasibuan J.J, (1992) mengatakan bahwa pembelajaran adalah Menciptakan lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar.
Gagne mengatakan bahwa pembelajaran adalah suatu usaha untuk membuat siswa belajar, yaitu usaha untuk terjadinya perubahan tingkah laku. Dan Pembelajaran yang diidentikkan dengan kata “mengajar” berasal dari kata dasar “ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut)  ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an menjadi “pembelajaran”, yang berarti proses, perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan sehingga anak didik mau belajar. (KBBI)
Pembelajaran dalam Wikipedia.com adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dankepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Chris Cyriacou (2011:44) memberikan definisi ”Pembelajaran adalah proses perubahan perilaku seorang murid yang berlangsung sebagai akibat dari keterlibatannya dalam sebuah pengalaman pendidikan.
Pendidikan, latihan, pembelajaran, teknologi pendidikan. Istilah-istilah tersebut masing-masing memiliki pengertian masing-masing berbeda tetapi berhubungan erat. Menurut Oemar Hamalik Dalam bukunya kurikulum dan pembelajaran mengatakan bahwa “Pendidikan lebih menitikberatkan pada pembentukan dan pengembangan kepribadian, jadi mengandung pengertian yang lebih luas, sedangkan latihan (training) lebih menekankan pada pembentukan keterampilan (skill)” lebih lanjut Oemar mengatakan “Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran “.(Oemar Hamalik,1995:57).
Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa pembelajaran adalah upaya sadar yang dilakukan guru untuk membelajarkan siswa dengan berbagai teknik dan  metode.

B.     Ciri-ciri Pembelajaran
Menurut Eggen & Kauchak (1998) Menjelaskan bahwa ada enam ciri pembelajaran yang efektif, yaitu:
  1. Siswa menjadi pengkaji yang aktif terhadap lingkungannya melalui mengobservasi, membandingkan, menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan serta membentuk konsep dan generalisasi berdasarkan kesamaan-kesamaan yang ditemukan,
  2. Guru menyediakan materi sebagai fokus berpikir dan berinteraksi dalam pelajaran,
  3. Aktivitas-aktivitas siswa sepenuhnya didasarkan pada pengkajian,
  4. Guru secara aktif terlibat dalam pemberian arahan dan tuntunan kepada siswa dalam menganalisis informasi,
  5. Orientasi pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir, serta
  6. Guru menggunakan teknik mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan dan gaya mengajar guru.
C.     Teknologi Informasi Dan Komunikasi
Menurut Eric Deeson, Harper Collins Publishers, Dictionary of Information Technology, Glasgow,UK,1991 “Information Technology (IT) the handling of information by electric and electronic (and microelectronic) means.” Here handling includes transfer. Processing, storage and access, IT special concern being the use of hardware and software for these tasks for the benefit of individual people and society as a whole”
Dari penjelasan di atas dinyatakan bahwa IT adalah kebutuhan manusia didalam mengambil dan memindahkan, mengolah dan memproses informasi dalam konteks social yang menguntungkan diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan. Bagaimana implikasinya agar dapat menguntungkan secara individual dan masyarakat secara keseluruhan tidak didifinisikan secara lebih khusus.
Menurut Anatta Sannai (2004:21) Teknologi Informasi dan komunikasi adalah sebuah media atau alat bantu dalam memperoleh pengetahuan antara seseorang kepada orang lain.
Teknologi Informasi di dalam Kurikulum nasional Inggris dan Wales menyatakan bahwa IT ditandai oleh suatu kemampuan untuk menggunakan secara efektif perkakas IT sebagai suatu sumber informasi untuk meneliti, memproses suatu informasi, dan untuk model, mengukur suatu kendali peristiwa diluar.
Sebagai media yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses belajar mengajar di sekolah, komputer/internet diharapkan mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara guru, siswa, dan bahan belajar sebagaimana yang di persyaratkan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Kondisi yang perlu didukung oleh komputer/intemet tersebut terutama berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan dikembangkan, yang kalau dijabarkan secara sederhana, bisa diartikan sebagai kegiatan komunikasi yang dilakukan untuk mengajak siswa mengerjakan tugas-tugas dan membantu siswa dalam memeperoleh pengetahuan yang dibutuhkan dalam rangka mengerjakan tugas-tugas tersebut (Boettcher dalam Muhammad Anas, Mursidin T. dan Firdaus, Simposium Pendidikan, 2008:17).
Dari penjelasan di atas, nampaknya terdapat acuan kemampuan TIK yang hendak dicapai dan system nilai dalam bekerja pada kehidupan sehari-hari yang hendak dibelajarkan, seperti nilai apa yang perlu dikembangkan dalam suatu system social masyarakat berkenaan dengan kemampuan menggunakan TIK.
Menurut Puskur Diknas Indonesia TIK itu adalah:
  1. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi.
  2. Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
  3. Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
  4. Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media

Pembahasan
Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komputer, merupakan suatu kebutuhan dalam dunia pendidikan dewasa ini. Tanpa TIK dalam proses pembelajaran akan berjalan stagnan dan tidak menantang. Pembelajaran berbasis TIK ini menjadi sangat diperlukan bila dikaitkan dengan kehidupan masyarakat yang serba menggunakan teknologi. Mulai dari daftar kuliah sampai dengan bisnis dan periklanan, serta kebutuhan-kebutuhan lainnya.
Dengan menggunakan pembelajaran berbasis TIK ini diharapkan mampu melahirkan siswa/mahasiswa yang mampu bersaing tidak saja pada tingkat lokal dan nasional tapi terlebih lagi pada kancah internasional.
Penandatangan pakta perdagangan bebas antara negara-negara Asia dengan Indonesia menjadi titik awal bagi masyarakat indonesia untuk menuju tatanan dunia global yang lebih luas. Bila tidak dibarengi penguasaan teknologi yang mantap maka bisa jadi masyarakat indonesia akan menjadi budak di negerinya sendiri.
Untuk itu pembelajaran TIK di Indonesia mesti dilakukan sejak dini. Hal ini dilakukan untuk bisa mencetak generasi indonesia yang mumpuni pada bidang teknologi dimasa yang akan datang. Dengan merujuk pada permasalahan global diatas maka pembelajaran TIK di indonesia setidaknya guru/dosen meninjaunya dari 5 basic dari TIK yaitu teks, gambar, film, suara, dan animasi. Kelimanya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Berikut penjelasan dari kelima alat pendukung dalam pembelajaran berbasis TIK:

1.       Teks
Materi  yang  disimpan  bisa  dalam  berbagai  jenis  file.  Pengajar-pengajar  yang  menggunakan komputer  akan  terbiasa  dengan  file  berbentuk  teks  misalnya  file  berekstensi  *.doc,  *.txt,  *.docx, *.xls atau *.pdf.  Selain  berkas  teks,  materi  pembelajaran  pun  dapat  berupa  berkas  presentasi  (*.ppt atau *.pptx). Untuk itu, pembelajaran berbasis TIK memerlukan guru/dosen yang juga harus memahami teknologi. Dan hal inipun bisa menjadi kendala berat bila guru/dosen tidak memahami komputer beserta aplikasi dan internetnya.
Dalam proses pembelajaran guru/dosen bisa menggukan LCD atau In Fokus untuk memudahkan proses belajar mengajar. Tanpa harus capek mencatat didepan/ papan, begitupun juga dengan mahasiswa tidak harus mencatat apa yang menjadi bahan ajar tetapi cukup dikopy saja. Dengan demikian pembelajaran akan berjalan dengan efektif dan efisien.

2.       Gambar
Pengguna komputer pun biasanya tidak asing dengan file-file gambar baik berupa foto atau gambar digital misalnya file berekstensi *.jpg, *.png, *.gif, *.bmp, *.tif. penggunaan gambar sebenarnya tidak terlalu banyak digunakan dalam proses belajar mengajar. Hal ini disebabkan oleh tidak banyaknya materi pembelajaran yang harus dituangkan dalam bentuk gambar. Tetapi dalam beberapa jurusan misalnya teknik, seni, dan permesinan akan membutuhkan gambar sebagai pendukung materinya.

3.       Animasi
Beberapa  pengguna  komputer  telah  mengenal  animasi.  Sekarang  animasi  di  internet  lebih menarik daripada gambar. Animasi itu dapat berupa gambar kecil yang bergerak atau menampilkan teks  yang  bergerak.  Animasi  itu dapat  dibuat  dengan  flash  atau  pengolah gambar  /  foto.  File  animasi  di  antaranya  berekstensi  *.swf,  atau  *.gif. Daripada  hanya  sekedar  teks,  pembelajaran  dengan  gambar  atau  animasi akan  lebih  menarik.
Sebenarnya gambar di  atas itu berubah-ubah. Ada gambar gelas, berganti topi dan kaos oblong dan teks bertuliskan “Moodle Shop”. Ini adalah tawaran  untuk  belanja  souvenir  Moodle.  Souvenir  ini  ditujukan  untuk  donasi  kepada  situs  dan pengembangan Moodle.
Selain  teks,  gambar  dan  animasi  terdapat  pula  dua  jenis  materi  lain  yang  dapat dikembangkan dalam pembelajaran asinkronus yaitu materi suara dan film.
Permasalahan Pembuatan Teks, Gambar dan Animasi
Salah  satu  permasalahan  dari  pembelajaran  asinkronus  adalah  materi-materi  yang  harus disiapkan  dengan  baik.  Biasanya,  pembelajar  selalu  siap  dengan  keadaan  kelas  klasikal.  Pada  kelas klasikal itu pembelajar siap mendengarkan ceramah dari pengajar. Sangat memungkinkan pula bagi pengajar yang kreatif  tidak hanya menyiapkan ceramah, melainkan dengan latihan dan media yang menarik bagi pembelajarnya.
Beberapa  pengajar  tidak  yakin  akan  efektifitas  pembelajaran  asinkronus  sebagaimana mereka  tidak  yakin  pada  kekuatan  sebagian  media  di  dalam  pembelajaran.  Bagi  mereka  kekuatan pembelajaran  bukan  pada  media,  melainkan  pada  kepiawaian  pengajar  dalam  mengolah  materi pembelajaran. Mereka berkeyakinan bahwa  media terbaik sekalipun bila tidak disampaikan dengan baik akan kurang efektif bagi pembelajaran. Pembelajaran  asinkronus pada  saat  ini  diyakini  bukanlah  pembelajaran  yang  mutlak  harus ada.
Pembelajaran  asinkronus  dilakukan  sebagai  pemerkaya  dari  pembelajaran-pembelajaran klasikal.  Beberapa  pengajar  yang  cukup  puas  dengan  pembelajaran  klasikal  sama  sekali  tidak  mau melirik pada inovasi baru dari pembelajaran, yaitu pembelajaran asinkronus ini.
Ada  beberapa  kelebihan  yang  dapat  diperoleh  dari  pembelajaran  asinkronus,  di  antaranya (1)  materi  dapat  disimpan  dan  dikembangkan,  (2)  ujian  dapat  disimpan  dalam  bank  soal.  Materi pembelajaran  dapat  dikembangkan  dari  hanya  sekedar  teks,  gambar,  animasi,  suara,  bahkan  film kependidikan.  Demikian  pula  materi  ujian  dapat  disimpan  dan dikembangkan  sebagai  ujian  standar ataupun ujian harian.

4.       Suara (Alternatif dari Materi Teks, Gambar dan Animasi)
Dari  uraian  di  atas,  pembuatan  teks,  gambar  dan  animasi  memerlukan  waktu  yang  cukup untuk  pembuatannya.  Pembuatan  materi  teks,  gambar  dan  animasi  bisa  saja  merupakan  masalah bagi  pembelajaran  di  intenet.  Salah  satu  upaya  untuk  mendapatkan  materi  pembelajaran  yang paling  mudah  adalah  merekam  ceramah  kemudian  menyimpannya  di  dalam  pembelajaran asinkronus  (berbasis  teknologi  informasi).  Pada  saat  ini  pesawat  pemutar  mp3  (mp3  player), pemutar mp4 (mp4 player), atau telepon selular dapat merekam sampai puluhan menit. File-file ini bisa saja berekstensi *.wav atau *.amr. Rekaman-rekaman ceramah ini sangat ideal untuk disimpan di  internet  agar  pembelajar  dapat  memanfaatkannya.  Pembelajar  dapat  mengunduh  (mendownload)  file  dan  menyetelnya  di  pemutar  mp3  atau telepon  selularnya.
Dengan  begitu  pengajar  tidak  selamanya  harus  mengetik  teks  untuk  disimpan  di  internet atau  membuat  gambar  atau  animasi  untuk  pembelajarnya.  Pengajar  tinggal  merekam  ceramahnya saja sebagai materi pembelajaran yang disimpan di internet.
5.       Film
Upaya lainnya yang dapat dilakukan adalah membuat film pembelajaran di kelas. Film pada saat ini dapat dibuat hanya dengan telepon selular ataupun dengan kamera. Pembuatan film dengan telepon  selular  lebih  realistis  karena  filenya  dapat  langsung  disimpan  (di-upload)  di  internet.  Di samping itu file-file dari telepon selular (berekstensi *.3gp) cenderung kecil ukurannya (kurang lebih 2M  bytes)  dan  dapat  diputar  ulang  di  telepon  selular  pembelajar  sesaat  setelah  pembelajar mengunduhnya.
Merekam  pembelajaran  menjadi  film  merupakan  upaya  yang  relatif  tidak  lebih  sukar daripada  merekam  pembelajaran  menjadi  suara.  Hasilnya,  film  dan suara  akan  lebih  menarik daripada sekedar teks yang ada di situs internet.
Penggunaan film juga dapat dieterapkan ketika guru/dosen tidak dapat ada waktu untuk datang kesekolah/kampus. Dengan cara ini seorang dosen/ guru dapa merekam materi ajarnya jauh hari sebelum hari mengajar atau menggunakan facebook skype sebagai alat mengajar. Guru/dosen hanya menerangkan dirumah sedangkan siswa dikelas bisa dengan satu laptop saja dengan mengunakan LCD atau sendiri-sendiri.

Penutup
  • Simpulan
Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan ini adalah pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi didasarkan pada lima aplikasi dasar yaitu teks, gambar, animasi, suara dan film.
  • Saran
Hendaknya dosen/guru yang tidak memahami dunia teknologi informasi dan komunikasi berusaha agar bisa mempelajari hal tersebut karena disamping menyiapkan diri juga memproduk peserta didik yang bisa mengarungi tantangan zaman yang serba canggih.

DAFTAR PUSTAKA

Wai-Kong Ng, Fengchun Miao, and Molly Lee, Membangun Kapasitas ICT Dalam Dunia Pendidikan,  2010.

INTERNET INTERCONECTED

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.