PENGAJARAN BERBASIS TIK
Abstrak
Pemafaatan
teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan adalah hal
yang sangat mendesak dilakukan untuk menjawab tantangan kehidupan dunia
yang serba teknologi. Untuk itu semua sekolah maupun perguruan tinggi
yang ingin alumninya diterima dalam pasaran dunia kerja seharusnya mulai
menggagas pembelajaran berbasis teknologi. Dari hasil analisis terhadap
berbagai berbagai literatur menunjukan bahwa dalam pelaksanaan
pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi terdapat lima
konsep utama softwere yang
dijadikan alat dalam proses pembelajaran yaitu pertama teks file yang
berupa doc, pdf, dan ppt. Kedua Gambar bagi mata pelajaran / atau mata
kuliah yang mendukung aplikasi gambar, ketiga animasi keempat suara bisa
dalam bentuk mp3, sound dan lain-lain dan kelima film yang bisa
digunakan manakala dosen/guru berhalangan datang ketempat mengajar
sehingga bisa merekam film sebagai pengganti dosen/ guru.
Kata Kunci : pembelajaran, teknologi, informasi, aplikasi, pendidikan.
Pendahuluan
Pembelajaran
berbasis teknologi infromasi dan komunikasi adalah pola pembelajaran
yang memanfaatkan teknologi sebagai pusat pembelajaran. Teknologi
digunakan sebesar-besarnya dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan.
Upaya Pembelajaran berbasis teknologi infromasi dan komunikasi dari
tahun ketahun telah mengalami perubahan yang cukup massif.
Sejak 60 tahun terakhir telah mengalami lompatan sejarah yang cukup
jauh. Sehingga Giddens mengatakan bahwa dunia sedang lari tunggang
langgang.
Revolusi
teknologi masa kini, khususnya komputer dan internet telah mengubah
cara pandang dan berpikir secara praktis dan efisien pada masyarakat
kita khususnya dan dunia pada umumnya. Kita semua dihadapkan pada ambang
gerbang transisi yang berbasis teknologi, dimana kecepatan penyampaian
dan menangkap suatu informasi menjadi sangat penting dalam rangka
memajukan pendidikan. Pada era masyarakat yang dinamis atau menjelang
era masyarakat dinamis yang kita harapkan dapat terwujud di tahun–tahun
mendatang, perlu kiranya kita melakukan langkah persiapan secara
optimal. Mengapa persiapan tersebut tidak dimulai dari sekarang juga?
Ilmu pengetahuan saja tidak lagi cukup, sebab kita sudah berada di
sekitar teknologi mobile, serba nir–kabel, semua menuntut
multimedialitas. Siap atau tidak pembelajaran berbasis Teknologi
Informasi dan Komunikasi/Technology Information & Comunication
(TIK/ICT) harus dimulai sejak sekarang.
Selama
beberapa dekade terakhir, pemerintah di kawasan Asia Pasifik
telah mempromosikan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
(ICT) dalam pendidikan. Sifat ICT ini melampaui pengambilan
penggunaan sistem informasi dan komunikasi untuk meningkatkan
administrasi pendidikan, skala besar adopsi teknologi digital yang
berdampak pada struktur kurikuler dan pedagogis, namun ada tantangan
secara ekonomi, sosial, dan politik untuk pengembangan ICT ini.
Disatu sisi, harus ada bagi pemerintah memberikan pendidikan kepada
seluruh anggota masyarakat bahkan dalam menghadapi sumber daya
keuangan, fisik, dan manusia sebagai langkah prasyarat bagi
pembangunan ekonomi dan sosial. Pada saat yang sama, globalisasi
dan pergeseran ekonomi berbasis pengetahuan mengharuskan lembaga
pendidikan berkembang pada indikator perorangan yaitu kemampuan
untuk mengubah informasi menjadi pengetahuan dan menerapkan pengetahuan
itu secara dinamis dalam konteks lintas-budaya.
Pemanafaatan
internet untuk pendidikan ini tidak hanya untuk pendidikan jarak jauh,
akan tetapi juga dikembangkan dalam sistem pendidikan konvensional. Kini
sudah banyak lembaga pendidikan terutama perguruan tinggi yang sudah
mulai merintis dan mengembangkan model pembelajaran berbasis internet
dalam mendukung sistem pendidikan konvensional. Namun suatu inovasi
selalu saja menimbulkan pro dan kontra. Yang pro dengan berbagai dalih
meyakinkan akan manfaat kecanggihan teknologi ini seperti;, memudahkan
komunikasi, sumber informasi dunia, memudahkan kerjasama, hiburan,
berbelanja, dan kemudahan aktivitas lainnya. Sebaliknya yang kontra
menunjukan sisi negatifnya, antara lain: biaya relatif besar dan
mudahnya pengaruh budaya asing. Internet sebagai media baru ini juga
belum begitu familier dengan masyarakat, termasuk personil lembaga
pendidikan. Oleh karena itu sangat perlu terus dilakukan kajian,
penelitian, dan pengembangan model e-learning. Tulisan ini akan mencoba
menjelaskan e-learning dan kemungkinan pengembangan modelnya dalam
meningkatkan mutu pendidikan.
Komputer
memungkinkan para siswa untuk belajr sesuai dengan keceptan belajar
mereka masing-masing. Komputer dapat diprogram menjadi lebih fleksibel
dan pandai karena dukungan informasi yang lengkap. Bahasa komputer yang
mempermudah programer untuk mengembanhkan aplikasi bidang pendidikan
juga sudah mulai banyak bermunculan, seperti misalnya LOGO dan
Smaltalk-80. Komputer sudah dianggap sebagai alat yang sangat membantu
pendidikan (Rosenberg dalam Sinopsis Dosertasi Hadi Sutopo, Hal. 4)
Untuk
itulah, penyusunan paper ini untuk membahas masalah pembelajaran
berbasis teknologi informasi dan komputer dalam dunia pendidikan. Oleh
karena pembahasan pembelajaran berbasis teknologi ini sangat luas maka
dibatasi dalam penulisan paper ini seputar penerapannya pada sekolah
yang baru menenal teknologi dan internet.
Landasan teori
A. Tinjauan Tentang Pembelajaran
Belajar
adalah proses perubahan perilaku secara aktif, proses mereaksi terhadap
semua situasi yang ada di sekitar individu, proses yang diarahkan pada
suatu tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman, proses
melihat, mengamati, dan memahami sesuatu yang dipelajari.
Sedangkan
mengajar sendiri memiliki pengertian Upaya guru untuk “membangkitkan”
yang berarti menyebabkan atau mendorong seseorang (siswa) belajar.
(Rochman Nata Wijaya,1992)
Hasibuan J.J, (1992) mengatakan bahwa pembelajaran adalah Menciptakan lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar.
Gagne
mengatakan bahwa pembelajaran adalah suatu usaha untuk membuat siswa
belajar, yaitu usaha untuk terjadinya perubahan tingkah laku. Dan
Pembelajaran yang diidentikkan dengan kata “mengajar” berasal dari kata
dasar “ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya
diketahui (diturut) ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an menjadi
“pembelajaran”, yang berarti proses, perbuatan, cara mengajar atau
mengajarkan sehingga anak didik mau belajar. (KBBI)
Pembelajaran dalam Wikipedia.com adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan
sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan
bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dankepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Chris
Cyriacou (2011:44) memberikan definisi ”Pembelajaran adalah proses
perubahan perilaku seorang murid yang berlangsung sebagai akibat dari
keterlibatannya dalam sebuah pengalaman pendidikan.
Pendidikan,
latihan, pembelajaran, teknologi pendidikan. Istilah-istilah tersebut
masing-masing memiliki pengertian masing-masing berbeda tetapi
berhubungan erat. Menurut Oemar Hamalik Dalam bukunya kurikulum dan
pembelajaran mengatakan bahwa “Pendidikan lebih menitikberatkan pada
pembentukan dan pengembangan kepribadian, jadi mengandung pengertian
yang lebih luas, sedangkan latihan (training) lebih menekankan pada
pembentukan keterampilan (skill)” lebih lanjut Oemar mengatakan
“Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur
manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling
mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran “.(Oemar Hamalik,1995:57).
Dengan
demikian dapatlah disimpulkan bahwa pembelajaran adalah upaya sadar
yang dilakukan guru untuk membelajarkan siswa dengan berbagai teknik
dan metode.
B. Ciri-ciri Pembelajaran
Menurut Eggen & Kauchak (1998) Menjelaskan bahwa ada enam ciri pembelajaran yang efektif, yaitu:
- Siswa menjadi pengkaji yang aktif terhadap lingkungannya melalui mengobservasi, membandingkan, menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan serta membentuk konsep dan generalisasi berdasarkan kesamaan-kesamaan yang ditemukan,
- Guru menyediakan materi sebagai fokus berpikir dan berinteraksi dalam pelajaran,
- Aktivitas-aktivitas siswa sepenuhnya didasarkan pada pengkajian,
- Guru secara aktif terlibat dalam pemberian arahan dan tuntunan kepada siswa dalam menganalisis informasi,
- Orientasi pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir, serta
- Guru menggunakan teknik mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan dan gaya mengajar guru.
C. Teknologi Informasi Dan Komunikasi
Menurut
Eric Deeson, Harper Collins Publishers, Dictionary of Information
Technology, Glasgow,UK,1991 “Information Technology (IT) the handling of
information by electric and electronic (and microelectronic) means.”
Here handling includes transfer. Processing, storage and access, IT
special concern being the use of hardware and software for these tasks
for the benefit of individual people and society as a whole”
Dari
penjelasan di atas dinyatakan bahwa IT adalah kebutuhan manusia didalam
mengambil dan memindahkan, mengolah dan memproses informasi dalam
konteks social yang menguntungkan diri sendiri dan masyarakat secara
keseluruhan. Bagaimana implikasinya agar dapat menguntungkan secara
individual dan masyarakat secara keseluruhan tidak didifinisikan secara
lebih khusus.
Menurut
Anatta Sannai (2004:21) Teknologi Informasi dan komunikasi adalah
sebuah media atau alat bantu dalam memperoleh pengetahuan antara
seseorang kepada orang lain.
Teknologi
Informasi di dalam Kurikulum nasional Inggris dan Wales menyatakan
bahwa IT ditandai oleh suatu kemampuan untuk menggunakan secara efektif
perkakas IT sebagai suatu sumber informasi untuk meneliti, memproses
suatu informasi, dan untuk model, mengukur suatu kendali peristiwa
diluar.
Sebagai
media yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses belajar
mengajar di sekolah, komputer/internet diharapkan mampu memberikan
dukungan bagi terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara guru,
siswa, dan bahan belajar sebagaimana yang di persyaratkan dalam suatu
kegiatan pembelajaran. Kondisi yang perlu didukung oleh komputer/intemet
tersebut terutama berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan
dikembangkan, yang kalau dijabarkan secara sederhana, bisa diartikan
sebagai kegiatan komunikasi yang dilakukan untuk mengajak siswa
mengerjakan tugas-tugas dan membantu siswa dalam memeperoleh pengetahuan
yang dibutuhkan dalam rangka mengerjakan tugas-tugas tersebut
(Boettcher dalam Muhammad Anas, Mursidin T. dan Firdaus, Simposium
Pendidikan, 2008:17).
Dari
penjelasan di atas, nampaknya terdapat acuan kemampuan TIK yang hendak
dicapai dan system nilai dalam bekerja pada kehidupan sehari-hari yang
hendak dibelajarkan, seperti nilai apa yang perlu dikembangkan dalam
suatu system social masyarakat berkenaan dengan kemampuan menggunakan
TIK.
Menurut Puskur Diknas Indonesia TIK itu adalah:
- Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi.
- Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
- Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
- Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media
Pembahasan
Pembelajaran
berbasis Teknologi Informasi dan Komputer, merupakan suatu kebutuhan
dalam dunia pendidikan dewasa ini. Tanpa TIK dalam proses pembelajaran
akan berjalan stagnan dan tidak menantang. Pembelajaran berbasis TIK ini
menjadi sangat diperlukan bila dikaitkan dengan kehidupan masyarakat
yang serba menggunakan teknologi. Mulai dari daftar kuliah sampai dengan
bisnis dan periklanan, serta kebutuhan-kebutuhan lainnya.
Dengan
menggunakan pembelajaran berbasis TIK ini diharapkan mampu melahirkan
siswa/mahasiswa yang mampu bersaing tidak saja pada tingkat lokal dan
nasional tapi terlebih lagi pada kancah internasional.
Penandatangan
pakta perdagangan bebas antara negara-negara Asia dengan Indonesia
menjadi titik awal bagi masyarakat indonesia untuk menuju tatanan dunia
global yang lebih luas. Bila tidak dibarengi penguasaan teknologi yang
mantap maka bisa jadi masyarakat indonesia akan menjadi budak di
negerinya sendiri.
Untuk
itu pembelajaran TIK di Indonesia mesti dilakukan sejak dini. Hal ini
dilakukan untuk bisa mencetak generasi indonesia yang mumpuni pada
bidang teknologi dimasa yang akan datang. Dengan merujuk pada
permasalahan global diatas maka pembelajaran TIK di indonesia setidaknya
guru/dosen meninjaunya dari 5 basic dari TIK yaitu teks, gambar, film,
suara, dan animasi. Kelimanya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Berikut penjelasan dari kelima alat pendukung dalam pembelajaran berbasis TIK:
1. Teks
Materi
yang disimpan bisa dalam berbagai jenis file. Pengajar-pengajar
yang menggunakan komputer akan terbiasa dengan file berbentuk
teks misalnya file berekstensi *.doc, *.txt, *.docx, *.xls atau
*.pdf. Selain berkas teks, materi pembelajaran pun dapat berupa
berkas presentasi (*.ppt atau *.pptx). Untuk itu, pembelajaran
berbasis TIK memerlukan guru/dosen yang juga harus memahami teknologi.
Dan hal inipun bisa menjadi kendala berat bila guru/dosen tidak memahami
komputer beserta aplikasi dan internetnya.
Dalam
proses pembelajaran guru/dosen bisa menggukan LCD atau In Fokus untuk
memudahkan proses belajar mengajar. Tanpa harus capek mencatat didepan/
papan, begitupun juga dengan mahasiswa tidak harus mencatat apa yang
menjadi bahan ajar tetapi cukup dikopy saja. Dengan demikian
pembelajaran akan berjalan dengan efektif dan efisien.
2. Gambar
Pengguna
komputer pun biasanya tidak asing dengan file-file gambar baik berupa
foto atau gambar digital misalnya file berekstensi *.jpg, *.png, *.gif,
*.bmp, *.tif. penggunaan gambar sebenarnya tidak terlalu banyak
digunakan dalam proses belajar mengajar. Hal ini disebabkan oleh tidak
banyaknya materi pembelajaran yang harus dituangkan dalam bentuk gambar.
Tetapi dalam beberapa jurusan misalnya teknik, seni, dan permesinan
akan membutuhkan gambar sebagai pendukung materinya.
3. Animasi
Beberapa
pengguna komputer telah mengenal animasi. Sekarang animasi di
internet lebih menarik daripada gambar. Animasi itu dapat berupa gambar
kecil yang bergerak atau menampilkan teks yang bergerak. Animasi
itu dapat dibuat dengan flash atau pengolah gambar / foto. File
animasi di antaranya berekstensi *.swf, atau *.gif. Daripada
hanya sekedar teks, pembelajaran dengan gambar atau animasi akan
lebih menarik.
Sebenarnya
gambar di atas itu berubah-ubah. Ada gambar gelas, berganti topi dan
kaos oblong dan teks bertuliskan “Moodle Shop”. Ini adalah tawaran
untuk belanja souvenir Moodle. Souvenir ini ditujukan untuk
donasi kepada situs dan pengembangan Moodle.
Selain
teks, gambar dan animasi terdapat pula dua jenis materi lain
yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran asinkronus yaitu materi
suara dan film.
Permasalahan Pembuatan Teks, Gambar dan Animasi
Salah
satu permasalahan dari pembelajaran asinkronus adalah
materi-materi yang harus disiapkan dengan baik. Biasanya,
pembelajar selalu siap dengan keadaan kelas klasikal. Pada kelas
klasikal itu pembelajar siap mendengarkan ceramah dari pengajar. Sangat
memungkinkan pula bagi pengajar yang kreatif tidak hanya menyiapkan
ceramah, melainkan dengan latihan dan media yang menarik bagi
pembelajarnya.
Beberapa
pengajar tidak yakin akan efektifitas pembelajaran asinkronus
sebagaimana mereka tidak yakin pada kekuatan sebagian media di
dalam pembelajaran. Bagi mereka kekuatan pembelajaran bukan pada
media, melainkan pada kepiawaian pengajar dalam mengolah materi
pembelajaran. Mereka berkeyakinan bahwa media terbaik sekalipun bila
tidak disampaikan dengan baik akan kurang efektif bagi pembelajaran.
Pembelajaran asinkronus pada saat ini diyakini bukanlah
pembelajaran yang mutlak harus ada.
Pembelajaran
asinkronus dilakukan sebagai pemerkaya dari
pembelajaran-pembelajaran klasikal. Beberapa pengajar yang cukup
puas dengan pembelajaran klasikal sama sekali tidak mau melirik
pada inovasi baru dari pembelajaran, yaitu pembelajaran asinkronus ini.
Ada
beberapa kelebihan yang dapat diperoleh dari pembelajaran
asinkronus, di antaranya (1) materi dapat disimpan dan
dikembangkan, (2) ujian dapat disimpan dalam bank soal. Materi
pembelajaran dapat dikembangkan dari hanya sekedar teks, gambar,
animasi, suara, bahkan film kependidikan. Demikian pula materi
ujian dapat disimpan dan dikembangkan sebagai ujian standar
ataupun ujian harian.
4. Suara (Alternatif dari Materi Teks, Gambar dan Animasi)
Dari
uraian di atas, pembuatan teks, gambar dan animasi memerlukan
waktu yang cukup untuk pembuatannya. Pembuatan materi teks,
gambar dan animasi bisa saja merupakan masalah bagi pembelajaran
di intenet. Salah satu upaya untuk mendapatkan materi
pembelajaran yang paling mudah adalah merekam ceramah kemudian
menyimpannya di dalam pembelajaran asinkronus (berbasis teknologi
informasi). Pada saat ini pesawat pemutar mp3 (mp3 player),
pemutar mp4 (mp4 player), atau telepon selular dapat merekam sampai
puluhan menit. File-file ini bisa saja berekstensi *.wav atau *.amr.
Rekaman-rekaman ceramah ini sangat ideal untuk disimpan di internet
agar pembelajar dapat memanfaatkannya. Pembelajar dapat mengunduh
(mendownload) file dan menyetelnya di pemutar mp3 atau telepon
selularnya.
Dengan
begitu pengajar tidak selamanya harus mengetik teks untuk
disimpan di internet atau membuat gambar atau animasi untuk
pembelajarnya. Pengajar tinggal merekam ceramahnya saja sebagai
materi pembelajaran yang disimpan di internet.
5. Film
Upaya
lainnya yang dapat dilakukan adalah membuat film pembelajaran di kelas.
Film pada saat ini dapat dibuat hanya dengan telepon selular ataupun
dengan kamera. Pembuatan film dengan telepon selular lebih realistis
karena filenya dapat langsung disimpan (di-upload) di internet.
Di samping itu file-file dari telepon selular (berekstensi *.3gp)
cenderung kecil ukurannya (kurang lebih 2M bytes) dan dapat diputar
ulang di telepon selular pembelajar sesaat setelah pembelajar
mengunduhnya.
Merekam
pembelajaran menjadi film merupakan upaya yang relatif tidak
lebih sukar daripada merekam pembelajaran menjadi suara.
Hasilnya, film dan suara akan lebih menarik daripada sekedar teks
yang ada di situs internet.
Penggunaan
film juga dapat dieterapkan ketika guru/dosen tidak dapat ada waktu
untuk datang kesekolah/kampus. Dengan cara ini seorang dosen/ guru dapa
merekam materi ajarnya jauh hari sebelum hari mengajar atau menggunakan
facebook skype sebagai alat mengajar. Guru/dosen hanya menerangkan
dirumah sedangkan siswa dikelas bisa dengan satu laptop saja dengan
mengunakan LCD atau sendiri-sendiri.
Penutup
- Simpulan
Adapun
kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan ini adalah pembelajaran
berbasis teknologi informasi dan komunikasi didasarkan pada lima
aplikasi dasar yaitu teks, gambar, animasi, suara dan film.
- Saran
Hendaknya
dosen/guru yang tidak memahami dunia teknologi informasi dan komunikasi
berusaha agar bisa mempelajari hal tersebut karena disamping menyiapkan
diri juga memproduk peserta didik yang bisa mengarungi tantangan zaman
yang serba canggih.
DAFTAR PUSTAKA
Wai-Kong Ng, Fengchun Miao, and Molly Lee, Membangun Kapasitas ICT Dalam Dunia Pendidikan, 2010.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar